cara mengenali ciri ciri anak yang terkena bullying
Serba Serbi Sekolah

Cara Mengenali Ciri-ciri Anak Yang Terkena Bullying

cara mengenali ciri ciri anak yang terkena bullyingDi Indonesia, masih didapati beberapa aksi bullying di sekolah yang kerap kali mengancam kondisi jiwa anak. Tentu saja, hal itu sangat berdampak buruk bagi kondisi anak yang terkena bullying tersebut, bahkan akan membekas seumur hidupnya. Untuk itu, anak korban pembullyan perlu mendapatkan penanganan khusus dengan cepat dan tanggap agar tidak berpengaruh pada kondisi mentalnya. Anak yang menjadi korban aksi bullying biasanya cenderung merekam kejadian yang dialaminya, sehingga hal itu dapat mempengaruhi pula pertumbuhan mentalnya. Sehingga, si anak akan memiliki sifat yang penakut dan jauh dari hubungan sosial dengan orang lain. Lalu, bagaimana mengetahui ciri anak yang menjadi korban aksi bullying? Berikut ini cara mengenali ciri-ciri anak yang terkena bullying :

  1. Menurunnya Semangat Belajar Di Sekolah

Anak yang mengalami aksi bullying biasanya akan cenderung untuk menghindari rutinitas dan aktivitasnya di sekolah. Mereka biasanya sering mencari alasan agar menghindar dan tidak pergi ke sekolah. Tentu saja, karena si anak tersebut merasa trauma dan takut untuk kembali ke sekolah lagi. Selain itu, aksi bullying juga mempengaruhi kondisi mental dan psikologis di sekolah. Sehingga, hal tersebut akan berdampak buruk menurunkan semangat dan prestasi belajarnya di sekolah.

  1. Cenderung Pasif Dan Menarik Diri

Jika Anda menemukan anak dengan ciri-ciri tersebut, hendaklah Anda dekati dan ajaklah untuk berbicara. Biasanya, anak dengan ciri ini cenderung menjadi seorang yang pemurung dan pasif. Untuk itu, cobalah Anda untuk mengajaknya berbicara pelan-pelan dan pancinglah sang anak agar mau bercerita tentang apa yang terjadi. Berikanlah rasa empati dan kata-kata yang tidak menyinggung dan menyudutkan si anak tersebut. Untuk itu, Anda harus sigap jika menemukan seorang anak yang memiliki sifat pasif dan cenderung menarik diri dari lingkungannya. Biasanya anak tersebut merupakan korban dari aksi bullying di sekolahnya.

  1. Menjadi Tidak Percaya Diri

Salah satu ciri anak yang terkena aksi pembullyan di sekolah yaitu adanya rasa tidak percaya diri. Si anak  akan merasa dirinya tidak berharga dan tidak diharapkan lagi di lingkungannya. Apalagi jika ada suatu ejekan yang menjatuhkan harga diri si anak di hadapan teman-teman lainnya. Sudah pasti, rasa keberanian dan kepercayaan diri yang dimiliki akan hilang begitu saja dalam sekejap.

  1. Ada Luka Dan Memar Yang Tidak Dapat Dijelaskan

Jika aksi bullying di sekolah sudah sampai wilayah fisik seorang anak, pasti si anak tersebut akan mengeluhkan rasa sakit yang dideritanya. Untuk itu, jangan sampai Anda mengabaikan apa yang dikeluhkan oleh sang anak. Cobalah untuk memeriksa dan menanyakan pada sang anak apa yang sudah terjadi kepada dirinya. Selain itu, Anda juga dapat menanyakan kondisi anak tersebut kepada guru yang mengajarnya selama di sekolah. Dengan begitu, semakin Anda cepat mengetahui dan menyadari aksi bullying tersebut, anak akan segera cepat terbebas dari aksi tersebut.

  1. Sering Mengalami Mimpi Buruk

Kondisi psikologis anak mungkin akan terganggu saat ia menjadi korban dari aksi bullying tersebut. biasanya hal itu akan terbawa saat  anak sedang tidur dan secara tidak langsung terhubung ke alam bawah sadarnya. Oleh karena itu, anak biasanya mengalami mimpi buruk yang membuat suasana hatinya sangat tidak tenang dan takut. Untuk itu, jika Anda menemukan sang anak bangun tidur dengan raut wajah cemas, takut, dan khawatir, maka tenangkanlah hatinya. Jika kondisi anak sudah merasa tenang dan baik, maka ajaklah bicara dengan pelan-pelan terhadap apa yang dirasakannya. Sehingga, anak akan lebih merasa lebih lega dan tenang, serta permasalahan tentang pembullyan dapat segera diselesaikan dengan baik.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *