cara yang tepat dalam menghukum anak
Parenting

Cara Yang Tepat Dalam Menghukum Anak

cara yang tepat dalam menghukum anakMemiliki buah hati atau anak adalah dambaan setiap orang tua. Mereka adalah harapan bagi orang tua kelak jika sudah dewasa, seiring bertambahnya usia karakter anak mulai terlihat. Karakter anak nakal yang tak jarang membuat kesalahan, membuat para orang tua mudah marah dan emosi. Untuk mengatasi kenakalan anak para orang tua justru menghukum mereka dengan kekerasan.

Menurut psikolog menghukum anak dengan fisik atau kekerasan  tidaklah baik dan sangat tidak dianjurkan. Menghukum anak memang bisa membuat anak jera. Tetapi menghukum anak dengan cara yang tidak tepat justru membuat anak mengulangi kesalahan lagi dan berdampak negatif bagi perkembangan sang anak. Tidak semua hukuman bisa anda terapkan pada anak. Cara untuk menghukum anak disesuaikan dengan tingkatan usia dan juga dampaknya. Berikut beberapa tips yang bisa anda gunakan sebagi panduan untuk menghukum anak dengan cara yang benar :

  1. Metode Timeout

Lalukan metode time out dengan anak berusia 0-3 tahun. Bawa anak kedalam ruangan terbuka yang terhindar dari barang  yang dapat mengalihkan perhatiannya. Biarkan anak menenangkan diri  dan tinggalkan beberapa saat. Setelah itu peluk dan berikan pengertian bahwa hal yang dilakukan itu salah. Katakan bahwa anda menginginkan perilaku yang lebih baik untuk kedepannya.

  1. Berikan Penghargaan

Usia anak bertambah, anak lebih sering melakukan hal menurut yang dikehendakinya. Ketika anak membuat kesalahan berikan penjelasan  bahwa hal tersebut tidak boleh dilakukan, setelah anak berhasil tidak melakukan kesalahan  berikan penghargaan dan pujian. Cara ini sangat cocok untuk anak  pada usia 3-7 tahun.

  1. Hindari Hukuman Yang Mengancam

Cara ini dilakukan pada anak berusia 7-12 tahun,  ketika anak membuat kesalahan hindari hukuman yang  mengancam  karena justru anak akan kehilangan kepercayaan terhadap anda. Contoh hukuman yang mengancam adalah ayah tidak akan membelikan sepeda baru sesuai yang sudah dijanjikan.

  1. Mencabut Hak Istimewa Anak

Para usia 13 tahun sampai seterusnya anak sudah bisa menentukan mana yang baik dan buruk, tetapi tak jarang dari mereka juga melakukan berbagai  kesalahan. Cara menghukum anak  pada usia ini adalah dengan cara mencabut hak istimewa seperti mengambil handphone selama seminggu. Biarkan ana berfikir bagaimana seharusnya bersikap dan berjanji tidak mengulanginya lagi.

  1. Proposional

Tingkat hukuman yang diberikan kepada anak sebaiknya disesuaikan dengan tingkat kesalahan dan usia. Jangan sampai orang tua memberi hukuman yang berlebihan sehingga membuat anak merasa tertekan. Hal itu justru membuat anak mudah depresi dan berdampak negatif bagi perkembangan psikologisnya.

  1. Tegas

Tegas bukan berarti keras, hukuman yang diberikan kepada anak haruslah tegas. Memberi hukuman kepada anak tidak boleh dengan kekerasan sehingga dapat menyakiti anak. Orang tua tidak boleh bermain kasar karena justru akan membuat anak semakin nakal dan tidak terkendali.

  1. Menghukum Dengan Hal Yang Positif

Cara tepat menghukum anak yang  paling efektif adalah dengan memberikan hukuman  yang positif. Hukuman yang positif disini seperti harus membersihkan rumah sendirian, tidak boleh keluar rumah sebelum mengerjakan pekerjaan sekolah, tidak boleh bermain game dan harus belajar terus.

  1. Tidak Mempermalukan Anak

Memarahi anak di depan umum sangatlah tidak efektif, karena hal tersebut justru akan membuat anak merasa malu dan terkadang bisa menimbulkan rasa benci kepada orang tuanya. Lebih baik jika anda akan memberi hukuman lihat tempat dan kondisi yang tepat.

Terkadang orang tua terlalu emosi ketika mendengar anaknya melakukan kesalahan. Mereka justru dengan spontan marah kepada anak secara berlebihan. Semua bentuk hukuman yang tepat dapat membuat  anak menghindari hal yang buruk dan mengubah perilaku mereka menjadi lebih baik lagi.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *