homeschooling apa dan bagaimana
Parenting

Homeschooling, Apa Dan Bagaimana?

homeschooling apa dan bagaimanaPada awal mulanya, sekolah dahulu dimulai dari rumah, baru setelah guru berubah menjadi sebuah profesi sekolah mulai berpindah ke sebuah gedung yang dinamai sekolahan. Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, pergaulan di luar rumah sangat mengkhawatirkan dan orang tua tidak bisa mengawasi anak secara langsung. Karena kekhawatiran kepada anak, tak sedikit orang tua memutuskan untuk mendidik anak melalui homeschooling atau home education. Namun apa sebenarnya homeschooling itu dan bagaimana teknisnya? Di bawah ini sedikit penjelasannya.

Sebenarnya Apa Homeschooling Itu?

Homeschooling dikenal juga dengan istilah sekolah rumah adalah cara pembelajaran yang dilakukan orang tua sebagai penanggung jawab utama dalam proses pendidikan anak agar orang tua dapat secara langsung mengawasi anak secara penuh. Banyak dari mereka beranggapan bahwa homeschooling hanya dilakukan di dalam rumah saja. Pada kenyataannya homeschooling bisa dilakukan dimana saja, seperti  halaman rumah, alam bebas, dan taman bermain. Hal ini digunakan agar anak merasa nyaman dalam proses belajar sehingga memunculkan semangat yang tinggi dalam mencari ilmu.

Bagaimana Homeschooling Itu Dilakukan?

Walaupun orang tua menjadi penanggung jawab yang utama dalam homeschooling, tetapi orang tua tidak bisa bekerja sendirian, biasanya mereka memanggil tutor atau guru les untuk datang ke rumah untuk  mengajarkan anaknya. Homeschooling dipilih orang tua sebagai alternatif pembelajaran karena lebih simpel dan hanya memerlukan fasilitas yang ada. Cara ini juga dipilih orang tua dengan memperhatikan  kebutuhan dan minat anak. Dengan jadwal belajar yang fleksibel, anak bisa belajar kapan saja dan dimana saja tanpa harus mengikuti peraturan yang ketat.

Alasan Pemilihan Homeschooling

Berbeda dengan sekolah. cara menjalankan homeschooling sangat tergantung keluarga. Jika di sekolah orang tua harus mengeluarkan biaya yang tetap, tapi di homeschooling memiliki fleksibilitas dalam menentukan jumlah biaya yang harus dikeluarkan sebagai komitmen dan kreativitas untuk menjalankan homeschooling. Memilih belajar homeschooling biasanya dilatarbelakangi dengan alasan-alasan berikut :

  1. Pergaulan Sekolah Yang Tidak Terlalu Baik

Minimnya pengawasan orang tua membuat anak bebas bergaul dengan siapa saja dan bisa bergaul dengan teman yang salah. Mereka bisa saja terjerumus ke jalan yang tidak baik seperti  ikut tawuran, minum alkohol, dan mengkonsumsi narkoba. Hal inilah yang menjadi ketakutan utama para orang tua.

  1. Kurikulum Di Sekolah Yang Ketat

Kemampuan setiap anak tidaklah sama. Kurikulum di sekolah yang tinggi terkadang membuat anak menjadi kesulitan dalam proses belajar. Dengan homeschooling orang tua bebas menentukan kurikulum mana yang cocok buat anaknya.

  1. Anak Memiliki Kegiatan Yang Padat Di Luar Sekolah

Tidak sedikit anak mempunyai bakat yang luar biasa. Para anak menginginkan cita-cita menurut bakat yang dimiliki. Misalnya saja ketika anak dianugerahi dengan suara yang bagus, dan berkesempatan menyalurkan bakatnya, anak lebih memilih menjadi penyanyi  dan meninggalkan bangku sekolah.

  1. Anak Yang Terlalu Aktif

Bagi orang tua mempunyai anak yang aktif sangatlah bangga. Tetapi anak yang terlalu aktif di sekolah membuat para guru mengalami kesulitan dan menanganinya. Dan sekolah terpaksa mengeluarkan si anak tersebut.

  1. Orang Tua Banyak Berpindah Tempat Tinggal

Pekerjaan di pemerintahan yang membuat orang tua harus mematuhi aturan yang berlaku dan bersedia ditugaskan dimana saja, membuat tempat tinggal juga ikut berpindah. Hal ini membuat anak tidak bisa menyelesaikan sekolah secara tuntas dan harus mengikuti tempat orang tua bekerja

Pada umumnya model pendidikan homeschooling atau sekolah formal sama saja yang bertujuan untuk menggali potensi optimal yang dimiliki anak. Sama-sama menghantarkan anak pada tujuan pendidikan, memiliki mental dan spiritual untuk menghadapi masa depan kelak. Di sekolah formal, orang tua harus memberikan kepercayaan penuh pada anak. Dan anak harus bisa menjaga kepercayaan yang diberikan orang tua agar terjaga keseimbangan kepercayaan di dunia pendidikan.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *