ini akibat sering membentak-anak
Parenting

Ini Akibat Sering Membentak Anak

ini akibat sering membentak-anakAkibat membentak anak sangatlah berbahaya baginya. Padahal masa kecil adalah salah satu waktu pertumbuhan yang sangat krusial. Karena dalam tahap ini pembentukan pola pikir, daya ingat, kreatifitas, dan daya ingat sedang terjadi. Dalam masa ini keingintahuannya membuatnya sering sulit diatur. Meski begitu, sebagai orangtua tak lantas sering membentaknya. Akan ada beberapa hal yang membuat Anda menyesal karena sering membentaknya. Apa saja? Ini akibat sering membentak anak yang perlu Anda tahu :

  1. Anak Dapat Meniru Apa Yang Dilakukan Oleh Orangtua

Anak akan lebih mudah mencontoh sikap orang-orang di sekitarnya. Termasuk juga orangtuanya. Sudah sangat biasa jika tindakan dan perilaku anak akan mengikuti sikap orangtua yang merawatnya. Maka jika Anda sering membentak anak saat di rumah, tentu di lain pihak Ia juga akan sering membentak Anda. Tak dipungkiri lagi, ketika dewasa Ia pun akan sering membentak orang-orang di sekitarnya. Tentu Anda tak ingin hal itu terjadi kan?

  1. Memiliki Kemungkinan Sikap Temperamen

Anak yang sering di bentak tentu akan mempunyai sikap yang sama yakni mudah marah. Alhasil ini akan membentuk dirinya menjadi seseorang yang mudah marah atau temperamen. Tentu dia akan meluapkan emosinya sesuai dengan apa yang dilakukan orangtuanya yaitu membentak. Dirinya akan sangat mudah membentak kepada temannya, saudaranya, orangtua, dan bahkan orang-orang yang ada di dekatnya. Akhirnya sang anak akan cenderung lebih sensitif dan agresif.

  1. Cenderung Tak Mempunyai Rasa Percaya Diri

Sering sekali anak yang di bentak merasa telah melakukan sesuatu hal yang menurut orang yang membentaknya itu salah. Alhasil dirinya akan takut untuk melakukan berbagai hal karena khawatir dirinya akan di bentak oleh orangtuanya. Sang anak pun akan selalu takut untuk melakukan berbagai hal baru. Karena itu, daripada dirinya mencoba hal baru yang akan berisiko membuat orang lain membentaknya, akhirnya  Ia lebih baik mundur. Anak pun nanti akan menjadi dewasa dengan rasa percaya diri yang sangat kurang.

  1. Sel Otak Anak Rontok

Ketika sang anak akan mencoba bereksperimen dengan hal-hal yang baru, maka di dalam sel otak anak akan mulai bekerja membentuk kecerdasannya. Adanya jembatan antas sel atau sinaps-sinaps akan mulai bergabung. Dari sini, gabungan itu akan membentuk jalan-jalan  yang menghubungkan aliran elektro magnetik. Makin banyak sinaps yang berhubungan justru akan membuat otak anak semakin bekerja dengan baik.

Tentu saja anak akan menjadi bertambah cerdas. Tapi sayangnya sinaps mudah sekali rontok. Penyebabnya rontok adalah bentakan keras dari orang luar yang dapat membuat psikologis anak terguncang. Tentu saja itu membuat sinaps rusak.

  1. Menjadi Anak Yang Menutup Diri

Jika sang tidak menjadi anak yang temperamen, maka di lain pihak Ia menjadi anak yang menutup diri. Ini harus diwaspadai oleh orangtua. Bisa jadi Anda menganggap tidak ada yang salah dari anak Anda. Sikapnya yang cenderung pendiam dan penurut justru menghantarkannya kepada jurang keputusasaan. Bisa jadi sang anak hanya diam ketika Anda memarahinya, tapi siapa yang tahu jika dalam hatinya menyimpan rasa pedih atas ucapan Anda. Tak mustahil ketika Ia nanti menginjak remaja atau dewasa, keputusasaan itu membawanya kepada hal-hal yang dapat menghilangkan nyawanya.

Lima hal di atas tentu tidak diharapkan oleh siapapun, terlebih lagi orangtua yang telah melahirkan dan merawatnya. Karena itu, pikirkanlah baik-baik atas apa yang Anda lakukan terhadap anak. Tak selamanya memberikan bentakan dapat membuatnya belajar. Berikanlah contoh dan sikap yang positif tentu membuatnya memahami apa yang Anda harapkan.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *