Ketika Bayi Sudah Berjilbab
Parenting Islam

Ketika Bayi Sudah Berjilbab

Menutup aurat adalah kewajiban seorang perempuan muslim. Namun belum semua muslimah melakukannya. Ada berbagai alasan yang biasanya terlontar. Namun kalau dirunut, salah satu penyebabnya adalah belum terbiasa dan belum memiliki keteguhan hati.

Seorang muslimah yang belum terbiasa menutup aurat atau berjilbab jika tidak dibarengi dengan niat yang kuat, pada awalnya akan merasa risih, gerah dan segudang alasan lain. Belum lagi pandangan dan perkataan orang lain, seperti misalnya dibilang sok alim, tidak diizinkan suami atau atasan kerja, nampak lebih tua dan alasan lainnya yang membuat mereka mengurungkan niat untuk berjilbab.

Hal-hal diatas tentu tidak akan terjadi jika si muslimah sudah memiliki konsep yang kuat saat melaksanakan kewajiban yang satu ini. Konsep iman yang kuat akan menciptakan keteguhan hati sehingga tidak mudah galau dan terombang-ambing saat rintangan dan hambatan menerpa.

Kadangkala, untuk mencegah hal diatas beberapa orangtua yang memiliki anak perempuan kemudian memakaikan jilbab sejak mereka masih bayi. Meski tidak ada tuntunannya, karena menutup aurat wajib saat muslimah sudah baligh saja, namun cara ini diyakini dan dipraktekkan oleh sebagian orang supaya saat besar nanti anak mereka sudah terbiasa berjilbab.

Tepatkah cara ini dilakukan? Hemat penulis, jika bayi dan balita yang dipakaikan merasa nyaman dan tidak timbul masalah seperti penyakit kulit, hal ini lebih baik jika dilakukan. Anak yang terbiasa berpakaian sopan akan timbul rasa malu jika dia berpakaian terbuka. Namun jika langkah diatas menimbulkan akibat negatif berkepanjangan, misalnya biang keringat muncul terus menerus karena anak memakai jilbab saat udara panas, maka perlu dipertimbangkan ulang. Sebaiknya anak tidak dipaksa memakai jilbab. Meski begitu, pakaian harus tetap sopan.

Ketika Bayi Sudah Berjilbab

Untuk jilbab dan bajunya sendiri perlu diperhatikan jenis kainnya. Untuk anak-anak, bahan yang menyerap keringat seperti kaos atau kain katun sangat direkomendasikan. Selain itu pilih desain pakaian yang memudahkan anak untuk bergerak. Karena anak-anak terbiasa banyak bergerak dan banyak berkeringat.

Lingkungan yang kondusif juga amat berpengaruh dalam proses pembiasaan ini. Misal orangtua dan kakak memberi teladan dengan selalu menutup aurat saat keluar rumah. Begitu juga disekolah dan tempat bermain, pilih yang lingkungannya mendukung jilbab.

Diluar pembiasaan, penanaman konsep menutup aurat sediri juga perlu disampaikan pelan-pelan kepada anak. Bahwa mereka berjilbab adalah untuk menutup aurat atas dasar perintah Allah, bukan karena ingin tampak cantik, bukan untuk menutupi kekurangan, atau untuk menghalau hawa dingin. Penanaman konsep ini akan berujung pada pengokohan tauhid dalam jiwa anak, diantaranya mengenai maksud penciptaan manusia adalah untuk beribadah.

Jadi tidak cukup sekedar membelikan dan memakaikan jilbab pada bayi dan balita ya Ayah Bunda, anakpun perlu diberikan pemahaman mengapa ia harus berjilbab. Dengan bahasa yang mudah mereka mengerti tentunya 😊

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *