menghadapi anak yang keras kepala
Parenting

Menghadapi Anak Yang Keras Kepala

menghadapi anak yang keras kepala
Gambar : waterfordwhispersnews.com

Peran serta orang tua dalam tumbuh kembang anak sangat penting sekali. Dimana sebagai orang tua tentu saja berkewajiban untuk mendidik anak agar tidak salah langkah/salah jalan. Orang tua harus bisa memberikan pendidikan yang terbaik buat anak-anak mereka dari kecil hingga dewasa. Sehingga mereka nanti menjadi anak-anak yang baik, sukses dan bisa bertanggung jawab terhadap diri sendiri dan orang lain.

Jangan sampai anak-anak terjerumus ke dalam pergaulan yang salah sehingga bisa membahayakan dan merugikan diri sendiri. Mempunyai sifat keras kepala memang wajar karena sifat ini memang sudah menempel dan ada. Terkadang ada beberapa anak yang memiliki sifat keras kepala karena terpengaruh oleh lingkungan. Beberapa cara mendidik dan menghadapi anak yang keras kepala adalah sebagai berikut :

  1. Menghindari Hukuman Fisik

Sebagai orang tua pasti menginginkan anak-anaknya untuk selalu bersikap disiplin. Terkadang mereka sampai menerapkan pendidikan yang terlalu keras dan berlebihan dengan metode ini. Termasuk di dalamnya menggunakan kekerasan fisik agar bisa mengerti dengan yang namanya disiplin.

Justru ini merupakan hal paling bodoh yang telah dilakukan oleh orang tua. Karena kekerasan fisik hanya akan menyebabkan anak semakin nakal dan keras kepala. Bahkan bisa jadi anak-anak jadi trauma dan semakin brutal. Oleh karena itu dianjurkan untuk menghindari hukuman fisik agar anak-anak tidak merasa trauma.

  1. Menghindari Sikap Yang Selalu Melarang

Sikap melarang memang bagus karena untuk menerapkan peraturan. Selain itu agar anak-anak mengerti mana yang baik dan mana yang benar. Namun sebagai seorang anak sangat wajar kalau mereka selalu memiliki rasa penasaran terhadap hal-hal yang baru. Meskipun kadangkala rasa ingin tahu itu hampir membahayakan diri sendiri.

Kebanyakan orang tua akan menerapkan batasan atau larangan terhadap sesuatu yang bisa membahayakan anak. Larangan hanya akan membuat anak-anak semakin merasa penasaran, suka berbohong bahkan keras kepala. Oleh karena itu sebagai orang tua sebaiknya jangan terlalu sering melarang karena akan berakibat buruk.

  1. Jangan Sering Menuruti Kemauan Anak

Banyak orang tua kadang bersikap sangat berlebihan sekali dalam memanjakan anak. Sikap mereka ini dengan alasan karena mereka terlalu sayang pada anak. Padahal tindakan ini sebenarnya salah karena anak tersebut akan jadi anak yang manja. Jika masih kecil mungkin tidak akan jadi masalah. Tapi ketika anak-anak sudah dewasa pasti akan merasa kerepotan sendiri.

Sikap memanjakan anak akan membuat malas, tidak mandiri, dan juga keras kepala. Oleh karena itu janganlah membiasakan diri untuk menuruti semua kemauan anak. Karena sikap ini tidak mendidik bahkan bisa menjerumuskan anak-anak jadi pemalas dan nakal.

  1. Hindari Mempermalukan Di Depan Umum

Jika ingin menasehati anak sebaiknya dilakukan dengan cara yang lembut dan rahasia. Jangan memarahi anak-anak di depan umum/orang banyak terutama teman-temannya. Karena sikap keras kepala bisa timbul sebagai perlawanan anak-anak ketika dipermalukan di depan umum. Sehingga anak-anak akan menyangkal ketika disebut salah/dinyatakan salah. Mempermalukan di depan umum akan membuat rasa trauma yang mendalam juga. Tapi sikap ini jangan mengurangi ketegasan orang tua dalam menerapkan rasa disiplin.

  1. Menjadi Orang Tua Yang Bijak

Menjadi orang tua memang tidak mudah karena memikul tanggung jawab yang sangat besar terhadap tumbuh kembang anak. Orang tua hendaknya memiliki sikap yang bijak dalam mendidik anak-anaknya. Kadangkala yang terbaik buat anak belum tentu yang terbaik buat orang tua. Untuk itu sebagai orang tua kadangkala harus percaya dan membiarkan si anak mengambil keputusan sendiri. Perlu di ingat jika sikap keras kepala anak kadang timbul karena dia yakin dengan apa yang telah dipilihnya.

 

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *